Minggu, 15 April 2012

Profil

Ma'hab Abu Bakar As-Shiddiq Universitas Muhammadiyah Surakarta adalah Lembaga Pendidikan Bahasa Arab dan Studi Islam yang didirikan atas program kerjasama Pimpinan Muhammadiyah dan Asia Muslim Charity Foundation (AMCF). AMCF telah berkiprah di Indonesia sejak tahun 1992 sebagai organisasi sosial, nirlaba dan nonpolitik, dan resmi dibentuk pada tahun 2002 dengan nama Yayasan Muslim Asia yang berkantor pusat di Jakarta.

Tujuan utama pendirian Ma'hab Abu Bakar As-Shiddiq Universitas Muhammadiyah Surakarta adalah menghasilkan sarjana muslim yang berkompeten dalam ilmu Islam, terampil berkomunikasi dalam bahasa arab sebagai bahasa al-Qur'an dan as-Sunnah, serta ahli dalam mengembangkan dan menyebarkan nilai-nilai keislaman dan bahasa arab untuk memecahkan masalah-masalah keagamaan di Indonesia.


Kurikulum lembaga pendidikan ini dibuat berdasarkan pada Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagaimana yang diterapkan pada pengajaran-pengajaran Islam di Universitas Islam Madinah dan Universitas Imam Muhammad bin Saud Riyadh. Oleh sebab itu, kurikulum dan buku-buku yang digunakan mengacu pada Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta yang merupakan lembaga pendidikan resmi filial dari Universitas Imam Muhammad bin Saud Riyadh, Arab Saudi.

Masa pendidikannya adalah 2 tahun ( 4 semester ) untuk kurikulum Program Persiapan Bahasa Arab dan Studi Islam (I’dad Lughawy) saat ini dan 1 tahun (2 semester) untuk Program Penyempurnaan Bahasa Arab dan Studi Islam (Takmily). Sedangkan untuk Program Penghapalan Al-Qur’an (Tahfizh) intensif 30 juz adalah 2 tahun (4 semester) dengan bimbingan para hafizh Al-Qur’an.

Pengajar lembaga ini berasal dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Timur Tengah dan Indonesia, sehingga diharapkan para alumni lembaga ini bisa menjadi da’i, pengajar dan pendidik di masyarakat. Bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, maka terbuka peluang ke berbagai Perguruan Tinggi di Timur Tengah, LIPIA, Universitas Muhammadiyah, dan Lembaga Pendidikan Tinggi lainnya.

Program dan kegiatan ekstra lembaga pendidikan Bahasa Arab dan Studi Islam ini adalah : pengiriman da’i dan ustadz dalam Program Dakwah Ramadhan di desa-desa, distribusi hewan qurban, pembagian kurma, ifthar Ramadhan (buka puasa bersama), pembinaan sarana ibadah, sosial dan pendidikan serta kegiatan dakwah lainnya.
Selain Ma’had Abu Bakar As Shiddiq Surakarta, terdapat pula beberapa Lembaga Pendidikan Bahasa Arab dan Studi Islam serta Markaz Tahfizh Al-Qur’an yang dikelola dan dibina oleh AMCF seluruh Indonesia, hasil kerjasama AMCF dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM), dan juga bersama Persatuan Islam (PERSIS), Universitas, Organisasi Kemasyarakatan, Masjid, Panti Asuhan serta Pesantren.

Bagian - Bagian Penunjang

1. Perpustakaan ( قسم المكتبة)
Perpustakaan Ma’had Abu Bakar As Shiddiq UMS berisi buku-buku referensi (Kutub al Umm) dalam berbagai disiplin ilmu, seperti ; Tafsir, Hadits, Bahsa Arab, Kependidikan, Tsaqofah Islamiyah, Sastra dsb.

2. Laboratorium Bahasa ( قسم المعمل اللغوي)
Ma’had Abu Bakar As Shiddiq memiliki Laboratorium Bahasa Arab yang berkapasitas 32 orang, telah dilengkapi dengan alat-alat modern dan bahan-bahan ilmiah berupa CD, VCD, Kaset yang menunjang proses pengajaran Bahasa arab.

3. Bagian Pengajaran ( قسم التعليم )
Bagian ini bertugas dalam pemantapan kurikulum, penyiapan buku paket, pembuatan jadwal, serta mengatur urusan ujian, rekapitulasi nilai dan urusan ijazah.

4. Bagian Kemahasiswaan ( قسم شؤون الطلاب )
Bagian ini melakukan tugas pendaftaran dan penerimaan mahasiswa baru, mengatur perpindahan mahasiswa dari kelas pagi ke sore atau sebaliknya, serta menindaklanjuti urusan mahasiswa.

5. Bagian Kegiatan dan Dakwah ( قسم النشاط و الدعوة )
Bagian ini bertugas mengelola kegiatan-kegiatan mahasiswa yang meliputi persiapan, pengarahan dan pelaksanaannya.
Kegiatan-kegiatan tersebut berupa : kegiatan ilmiah, seperti ceramah, perlombaan, dan lain-lain. Kegiatan da’wah, seperti menugaskan beberapa siswa dalam rihlah da’awiyah (pada bulan suci Ramadhan). Kegiatan sosial, seperti wisata, menerima para tamu dan pengunjung. Kegiatan seni, seperti kaligrafi, masrohiyyah , serta Kegiatan olah raga.


0 komentar: